Aku hanya bisa terbaring disini
di dalam sisa-sisa ingatan
yang kacau, yang lari
jika aku tatapi dengan sebotol minuman
sedangkan jantungku sedikit demi sedikit
mulai melambat
seperti mataku yang mulai samar
jika melihat sinar harapan
Aku mulai tahu dan mengerti
bahkan mengingat
bahwa di luar sana
di jalan-jalan beraspal
tak ada seberkas debu pun
menganggap diriku ada
mungkin sudah takdirku
menjadi ilalang
cuma di injak
tak hendak diperhatikan
apa lagi dibawa pulang
tak akan pernah
Dan, kenapa juga waktu tak urung berhenti
jika dunia saja tak ingin berisi diriku
segumpal sampah kehidupan
aku rela jika waktu berhenti
tuk akhiri sakit ini
aku rela bumi