waktu itu bumi sedang kalut
langit menangis, petir menggelegar
di atas tanah yang tak bersamudera
pusing, bingung, linglung
menyatu jadi pola pikir
insan yang sedang bergelut
dengan waktu
tidur di atas dipan kebohongan
yang dinginnya merasuk ke tulang
sampai nampak mata yang memerah
ada mega yang membiru
tertutup awan
di depan muka para pejuang
yang sedang menitikan darah
shubuh datang
membasuh kegelisahan
dunia yang penuh sandiwara
dan.... ada purnama kecil di belakang
sedang mengadu pada ilahi
parasnya bahagia, terang
menenangkan jika di pandang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar