Cari Blog Ini

Sabtu, 22 Februari 2014

Purnama Kecil di Cikarang

waktu itu bumi sedang kalut
langit menangis, petir menggelegar
di atas tanah yang tak bersamudera

pusing, bingung, linglung
menyatu jadi pola pikir
insan yang sedang bergelut
dengan waktu

tidur di atas dipan kebohongan
yang dinginnya merasuk ke tulang
sampai nampak mata yang memerah

ada mega yang membiru
tertutup awan
di depan muka para pejuang
yang sedang menitikan darah

shubuh datang
membasuh kegelisahan
dunia yang penuh sandiwara

dan.... ada purnama kecil di belakang
sedang mengadu pada ilahi
parasnya bahagia, terang
menenangkan jika di pandang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar