Cari Blog Ini

Minggu, 02 Maret 2014

kepasrahan

senja kapan datang merasuki sukma yang tak mau lagi berdalih
walaupun telah di titipkan beribu salju pada kemarau yang tak bersudah
tetap saja ada ruang kosong yang tak terisi
tak ada bunyi, melompong

kehidupan tak ubahnya seperti tali berduri
terus di pegang erat, berdarah
di lepaskan dan menyerah pun akan mati
oleh manusia yang tak mengerti arti air mata

gelap kapan datang memenuhi mata yang terselimuti kebencian
untuk mengulangi lagi musim kehampaan yang tak kunjung henti
walau sudah dirasa ingin bertemu dengan sang kematian
namun tak kunjung datang untuk insan yang merindukan keabadian

sudah, ilalang sudah bersabar pada apapun
menunggu agar ada yang menyapanya
walau hanya sekedar cacian
di panggang matahari yang berbinar mengerutkan hati yang bersahaja

tuntas, tuntas, telah tuntas kesabaran
kini tinggal timbul amarah
yang tersisa pada emosi yang meluap-luap
naik dari kerongkongan

tak ada lagi naungan
tak ada lagi kekuatan
jatuh begitu saja
tertidur bagai singa kelaparan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar