Gulita
menertawakan setiap cahaya yang pupus
Bersama sikap
yang ditelan kegelapan
Menghancurkan
setiap hati yang merintih
Membanjiri
baju yang kering oleh khianat
Dengan lapar
yang meradang
Dihiraukan
kasih yang meregang
Seakan kamil
jauhi sinau
Menderu bak
binatang kesurupan
Tak tahu yang
mana hati, yang mana jantung
Meninggalkan kau
yang setia
Ditengah-tengah
tebing dan jurang
Yang siap
menjadi teman dalam kosong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar