Hujan deras
kini telah memenuhi ruangku
Menyisakanku
dengan buku ini
Yang meramai
dalam susut bangku
Membanjiri
setiap tanah dengan jeritannya
Dalam
kehampaan yang lapar
Setiap suara
kudengar sayup
Dengan hati
ini
Yang sedari
tadi menanyakan kau
Dalam peluhku
yang nanar
Menciptakan
tatapan kosong yang merindu
Entah apa
yang sedang aku pikirkan
Yang aku tahu
harus berlari jauh
Dari hadapanmu
yang bohong
Karena aku mengerti
engkau tak dicipta
Untukku yang
biasa ini
AKu hanya
bisa menikmati bayangmu
Dalam sudut
kaca ini
Yang retak
oleh hempasan cinta
Ruhmu yang
kuminum
Mungkin akan
samar oleh waktu
Dalam banjir, 17 November 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar