Cari Blog Ini

Senin, 02 September 2013

Lapar

Hujan deras kini telah memenuhi ruangku
Menyisakanku dengan buku ini
Yang meramai dalam susut bangku

Membanjiri setiap tanah dengan jeritannya
Dalam kehampaan yang lapar

Setiap suara kudengar sayup
Dengan hati ini
Yang sedari tadi menanyakan kau

Dalam peluhku yang nanar
Menciptakan tatapan kosong yang merindu

Entah apa yang sedang aku pikirkan
Yang aku tahu harus berlari jauh
Dari hadapanmu yang bohong

Karena aku mengerti engkau tak dicipta
Untukku yang biasa ini

AKu hanya bisa menikmati bayangmu
Dalam sudut kaca ini
Yang retak oleh hempasan cinta

Ruhmu yang kuminum
Mungkin akan samar oleh waktu


Dalam banjir, 17 November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar