Bangunan tua seakan menjadi saksi hidup yang tak manis
Pintu-pintu yang membatasi ruanganku dan ruanganmu
Sungguh, tak kuasa aku menahan rindu ini
Padamu, sigung kecilku yang manis
Bukan aku tak mau merajuk pulang ke rumah itu
Bukan aku tak ingin mengunjungimu, sigung kecilku
Sungguh, jika hidup ini seutuhnya dapat aku sentuh
aku hanya ingin menyentuh helaian rambutmu yang lusuh
yang akan selalu menghapus air matamu
dan yang akan selalu membangunkanmu
Untuk menghadapi dunia yang gelap ini
Raihlah cahayamu
Melebihi rinduku padamu
Sampai aku tak bisa lagi
Menikmati udara rindu, dan membuka kuncup di kelopak mataku
(untuk aji, iki, nduh)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar