jika dunia tanpa agama, mungkinkah akan ada kata damai untuk yang bersandiwara di negeri padang pasir, di negeri yang menyimpan sejarah
ataukah darah-darah yang tumpah, berceceran di atas sejadah dapat menjadi simbol bagi para manusia yang mengagungkan senjata sebagai kekuatan mereka
didunia yang tak bisa diduga keadaannya, banyak nestapa di kedalaman mata, bagai anak panah yang sengaja di tancapkan di dada, perih menyiksa, sengaja untuk mengingat arti dari suatu peristiwa
sebagai manusia, adakah kerelaan untuk menyumbangkan setitik tinta untuk membuat bambu runcing menancap di jantung manusia berhati serigala
jika dunia tanpa agama, adakah kedamaian tercipta dari paras-paras yang sama warnanya. seperti pelangi, indah karena ada perbedaan yang tampak
walaupun binatang-binatang itu terus mengangkat senjata, selalu ada yang baru dalam sejarah manusia untuk menciptakan satu suara
kedamaian tercipta dari setiap pemahaman dari satu kata, manusia
(duka mesir, duka manusia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar