Waktu itu pukul setengah tujuh malam ,sedang hujan lebat,
petir meramaikan suasana
Di stasiun kereta
Ada nenek berumur setengah abad, memakai topi dan kemeja
kotak-kotak
Wajahnya keturunan thionghoa, dia menuju stasiun kereta
Tak memakai payung, tak dipayungi, tak dihiraukan
Ada lagi bocah-bocah yang menjajakan payung pada orang-orang
dewasa
Anak kecil, laki-laki dan perempuan, kehujanan
Berlari-larian, menunggu bayaran, tak dipayungi, tak
dihiraukan
Lebih miris lagi, bapak-bapak buta empat puluhan
Menyeberangi rel kereta
Memakai tongkat, kehujanan, tak dihiraukan
Padahal di sekeliling mereka banyak
Orang-orang yang mengaku berpendidikan
Memakai payung bagus, tak kehujanan
Jaman sekarang, hati dan perasaan
Sudah macam tomat busuk di pinggiran jalan
Di lempar, di buang, di injak, bahkan di telantarkan
Depok, 11 juni 2014