Berawal dari
sebuah pernyataan “kita sering naek gunung, tapi gak pernah naek gunung di
daerah sendiri”. Saya mencoba memperkenalkan salah satu gunung di Pandeglang,
salah satu tempat rekreasi, walaupun menurut saya belum bisa disebut sebagai
tempat untuk berekreasi.
Data yang saya
miliki mungkin sangat kurang, tapi setidaknya teman-teman akan dapat sedikit
gambaran mengenai Gunung Pulosari ini. Data yang lain mungkin bisa tanya
langsung ke Mbah Google.
Untuk Pemula
khususnya orang pandeglang yang punya rencana naik gunung ke Merbabu, Semeru,
Rinjani, Cikurai, Papandayan, Ciremai, atau gunung manapun yang mengharuskan
pendaki untuk memiliki stamina ekstra, cobalah mampir ke Gunung Pulosari untuk
sekedar pemanasan, dan membuang penat, atau kalau bisa sekalian operasi semut,
hehe…
Pendakian ke
Gunung Pulosari versi saya membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam dari tempat
parker yang disediakan khusus bagi yang membawa kendaraan apapun. Setelah itu
langsung jalan menuju Curug Putri, melewati beberapa pos bayangan.
Curug Putri dekat dengan Pos Bayangan 2, di Pos 2 ini, biasanya pengunjung
ataupun pendaki di minta bayaran lima ribu rupiah per kepala, katanya sih untuk
keamanan, padahal yang minta uangnya juga gak ngejagain kita. Tapi gak apa-apa lah
kalau punya uang lebih bayar aja, khawatir di cegat sama jawara di situ pas
pulang. Sebenernya gak bayar juga gak apa-apa kalau memang merasa udah punya
ilmu Kanuragan, hehe….
Air di Curug
Putri lumayan seger gan, enak untuk cuci muka dan basahin rambut.
Jangan lama-lama
main di curugnya, ayo lets go ke kawah belerang. Jalan dari curug ke kawah
lumayan lah untuk pemanasan, sedikit nanjak, pasti bisa lah.
Dari kawah menuju puncak, Cuma
beberapa meter aja harus nanjak. Intinya “Jangan ngeluh”, pasti bisa.
Untuk pendaki yang ingin
bermalam, saya sarankan untuk bermalam di Curug Putri atau puncak, jangan di
kawah, nanti bisa-bisa keracunan Gas Belerang.
Save Our Earth for Next Generation, Please....



