Cari Blog Ini

Minggu, 26 Januari 2014

Belajar Jualan Part 2

- Koleksi Buku :

   1. Harga : Rp. 105.000




















   2. Harga : Rp. 55.000


   3. Harga : Rp. 30.000
















Note : Silahkan yang mau beli bisa inbox melalui :
           1. Facebook : Fathy Rahman Ismail
           2. Email : f.ri92@yahoo.com
           3. handphone : 089650941123

Kamis, 23 Januari 2014

Belajar Jualan

-Pin FLP : Rp. 5000/satuan
 


-Koleksi Buku : Rp. 35.000 - 45.000/satuan
 




























































Note : Silahkan yang mau beli bisa inbox melalui :
           1. Facebook : Fathy Rahman Ismail
           2. Email : f.ri92@yahoo.com
           3. handphone : 089650941123

Rabu, 15 Januari 2014

Kami tak perlu perubahan


Kami tak perlu perubahan
Yang membuat semua orang kurapan
Dihatinya yang ada dendam
Dan penipuan yang ada di ujung lidahnya
Sebagai tanda loyalitas pada perut buncit

Yang kami tahu tentang perubahan
 Adalah benang yang tak bisa menari bebas
Dengan jarum, dengan kain
Yang tak saling utuh
Melepas, menerima, dan menghormati suatu keputusan

Kesederhanaan adalah  perubahan
Yang muncul dari benih hati
Yang suci, bening dan segar

Kalian pun bisa bilang, inilah perubahan
Lihatlah kupu-kupu, lihatlah awan yang mengepul
Dari buruk jadi indah, dari kosong jadi berisi
Dari sesuatu yang tidak ada menjadi sesuatu yang ada

Kuburan


Adalah tempat keabadian yang tersembunyi, kelam yang menikam
Jiwa-jiwa yang bergentayangan dalam alam sakral

Tak ada siang disana, cuma gelap yang menghantui
Cuma tanah yang menyelimuti
Sisa-sisa kehidupan yang penuh misteri
Bermandikan hujan, penuh dengan kembang

Tenang, tenang, di alam pembaringan
Sepi, sunyi, Cuma doa yang menyirami
Pedihnya penderitaan di waktu silam

Darah membeku dicabik kenistaan
Jaman yang sering menipu
Insan yang senang hati pada kejujuran

Cuma di kuburan tempat berpulang
Para pecinta keabadian yang dalam
Dalam, sedalam pendirian

Wanita Shalehah

Aku adalah makhluk langka di bumi
yang semakin hancur ini

Aku adalah kembang liar yang menawan
yang tumbuh di tengah gersang kehidupan

Aku adalah purnama kemenangan
yang bersembunyi di balik awan

Aku adalah pelangi sehabis hujan
yang memberikan senyuman

Aku adalah lilin kecil yang terus berjuang
melawan malam yang kelam

Aku adalah puisi yang tersamarkan,
putih warnaku

Aku adalah karang yang terus bertahan di lautan
untuk berkorban demi daratan

Aku adalah angin yang menyelimuti semua,
baik perangaiku

Aku adalah rindu
yang tak terucap

Aku adalah lambang kesucian
yang tak akan pernah bisa dipaksa

Asalku di dekat hati,
disini

Sabtu, 04 Januari 2014

tanpa celana

sepagi tadi aku buka mata batinku
di dalam raungan jiwa yang belum berkumpul
di satu titik badanku yang bau darah
ke arah kesegaran embun pagi
yang aku cicipi sehabis gelap

di dalam ruangan itu
aku terbius oleh pemikiran
yang dalam, melamun
dalam sunyi
di kamar mandi

berpikir banyak, bikin penat
dunia nyata yang telah aku injak
berpuluh-puluh tahun dengan kakiku
dan, sekarang aku yang terinjak olehnya
tekanan hidup yang menyebalkan

ya sudah, aku sudahi saja
mandi pagi tanpa handuk
dan tak ku sadari juga tanpa celana
yang menggantung di kepalaku
aku limbung bukan kepalang
aku lupa, ya sudah
pakai saja celana yang menggantung
dalam rendaman air
this is simple, jangan kaya orang susah