Cari Blog Ini

Senin, 02 September 2013

Tikus Bercondong


Percuma kerajaan seluas langit
Jika jiwa mabuk menirukan binatang

Bumi mana yang hendak kau reguk
Jika hanya bejat yang kau tuntun
Untuk temukan lubang dunia

Lebih baik menjadi sampah
Daripada kau

Yang selalu memakai topeng
Dengan parfum yang busuk
Melebihi kotoran

Kuakui  kau pintar
Sampai pintar bawamu pada lacur

Buatmu berlari pada batas diri
Sampai tergelincir
Tak bisa membedakan air dan arak


Mungkin daku yang bodoh
Atau dirimu yang anggap jahil bak kemuliaan

Mungkin kau tak pernah mendengar
Yang mana darah, yang mana nanah
Dari kasihmu

Aku bangga pada apel busuk
Yang dapat membakar kemisikinan

Sedangkan kau
Tak bisa dimakan oleh siapapun
Tak bermanfaat

Pohon jatuh pada condongnya
Untuk meraih pelangi

Sudah benarkah dikau
Bertumpu
Wahai insan kamil yang melebihi batas


 Bogor, 10 November 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar