Sendiri dalam kesunyian
ditinggal mati oleh rindu
Karena terlalu
bermain-main dengan nila yang kuanggap teman berdarah
Mataku menangis karena
angin sedari tadi marah
Mendorong dan menamparku
hingga hilang
Teman meninggalkanku
dalam kamar nanah
Aku terperanjat dan
membisu oleh waktu
Seakan menertawakan tiap
tubuh yang amis
Membuat radang dalam hatiku
Yang kini bersemayam
dengan tawa manis
Menyuruhku meninggalkan
kau yang luput oleh gerimis
Wahai hujan yang turun
dari celah-celah langit
Basahilah daku dengan
dinginnya cinta
Yang kureguk, yang
kutanam
Dengan menutup mata yang
mudah ditipu
Oleh dunia yang sedari
tadi menusukku dengan pisau berkarat
Bogor, 16 November 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar