Melatiku
pupus bersama buah kenang yang berjatuhan
Kilas angin
sunyi membawa sang surya lebih benderang
Di pagi buta
yang kacau oleh rindu
Ingatan
berserakan disapu oleh waktu
Menyisakan
ilalang hitam dengan sendu
Wajah gubuk
terbayang-bayang
Meninggalkan
jejak-jejak cinta
Yang
bersemayam dalam kematian yang bohong
Mengisyaratkan
langit menjadi abu
Dengan
selimut tanah yang menyeruai dalam ruang
Gubuk rindu
hadirkan aku
Yang meniti
air menjadi batu
Memuaskan
kuning yang hijau bersisik emas
Menidurkanku
dalam rasa manis melebihi madu: Keluarga
Cigondang,
27 Oktober 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar