Cari Blog Ini

Senin, 02 September 2013

Batas Sabar


Ruang dada mengembangkan panas
Membuat napas berlarian meninggalkan sadar
Melukis mata merah yang mendidih
Oleh nafsu jiwa yang terpenjara
Dari aura kalbu

Engkau menyentuhku dengan sabar yang tiada tara
Sampai nanti, sampai ajal menjadi teman
Didalam waktuku yang sehari

Wahai mimpi yang terbelenggu oleh waktu
Ijinkanlah daku untuk memelukmu
Mengembangkan senyum merah
Merekah bagai mawar dipagi hari
Yang kikis oleh hujan sendu

Aku tak kuasa menahan ini
Menahan gejolak batin dengan duri
Yang kupegang erat sampai berdarah nanah

Bogor, 31 Oktober 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar