Nak, maafkan ayahanda karena meninggalkanmu
untuk selamanya, dibawah penderitaan waktu
yang sengaja dibuat, untuk menjadikanmu kuat oleh
yang maha tahu.
Nak, maafkan ibunda jua karena sebentar lagi pupus
oleh umur yang memakan habis
sisa waktu di penghujung jaman yang anarkis.
Nak, kelak jika engkau mampu berdiri
dengan pijakan yang engkau buat dengan sekuat hati,
jangan engkau luput tuk mengajarkannya pada saudara
sendiri.
Cukup sampai disini ayahanda dan ibunda
tuk menghirup udara di waktu senja,
walau kami tahu berat rasanya meninggalkanmu, walau
sebentar saja.
Tolong maafkan, maafkan kami jika harus berpulang ke
sana,
mungkin karena sang maha pemilik tahu bahwa
pundakmu telah kokoh tuk menopang beban sebesar
dunia.
Nak, kami mohon diri,
doa kami akan senantiasa menyelimuti
waktu-waktu yang engkau lewati, doakan kami.
Waktu, Oktober
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar