Cari Blog Ini

Selasa, 03 September 2013

Insan Kamil

Insan kamil ini rusak oleh kebudayaan dan lingkungan
Membuat kepalanya berasap mengeluarkan cahaya-cahaya yang dulu disaring
Untuk melengkapi bagian yang kacau oleh waktu

Raganya kering meronta-ronta
Sedang matanya sayu seperti hidupnya yang jemu dan layu
Padahal sudah disiram beberapa kali dengan air suci
Tetapi tak kunjung berbuah, bunganya saja enggan untuk mekar

Ada lagi satu-satunya yang mencirikan paras cahayanya
Ketika dia berjalan seolah dunia memainkan iramanya
dengan suara yang keluar dari telapak kakinya
bergemericik, sama seperti bunyi gerimis

hidupnya yang sempit meluaskan pandangannya tentang laut
berwarna biru, kadang hijau dan tenang
seperti rambutnya yang sama-sama bergelombang
jika diterpa angin, dan wajahnya yang terlihat seperti danau
semakin membuat kelam siapapun yang memandang

insan kamil ini katanya ingin menjadi salik
biar ruhnya putih kalau mati nanti
walaupun nanti tangan dan kakinya buntung
dia tetap bersikukuh supaya tanah dapat menerimanya
menjadi makanan cacing biar nyaman di pembaringan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar